Tugas sutradara itu ibarat pencipta sesuatu yang nantinya akan divisualisasikan. dan tentu saja sutradara inilah yang menjadi dalang dalam proses penciptaan itu, di mana pada otak sutradara inilah karya tersebut akan diwujudkan.
gampangannya....si sutradara ini harus mempunyai gambaran, mau diwujudkan seperti apa karya tersebut.
kalau kriteria sutradara, pastinya dia harus paham betul apa yang ingin dia sampaikan dan paham betul tentang seluk beluk bidang yang dia geluti itu, bahkan masalah yang kecil sekalipun.
Setahu saya ada dua macam sutradara:
1. Sutradara yang menuntut pemainnya untuk memainkan peran sesuai konsepnya atau sesuai apa yang ada di otaknya.
misalnya dalam dunia peran, ketika salah satu pemainnya harus berperan sebagai pengemis, si sutradara itu menuntut pemainnya itu untuk menjadi pengemis sesuai dengan intepretasinya si sutradara ini, bahkan kalau perlu si sutradara ini harus memberi contoh seperti apa pengemis yang dia kehendaki itu.
kasarannya, sutradara ini adalah sutradara yang otoriter, dimana semuanya harus seperti yang ada di otaknya. namun keotoriterannya itu sangat wajar mengingat dialah yang menjadi sutradara (pencipta) dan pemainnya itu sebagai ciptaannya.
kelemahan pada jenis sutradara semacam ini adalah membatasi kreativitas si pemain, mengingat pemainnya adalah manusia juga yang pasti mempunyai daya imaji yang berbeda pula. dan perlu dicatat, kelemahan pada sutradara ini tidak berlaku pada sutradara yang pemainnya adalah benda mati (dalang dengan wayangnya), namun tetap berlaku pula ketika dalang ini berhadapan dengan pemain waranggononya.
namun sekali lagi keotoriteran si sutradara ini tidak bisa disalahkan, karena itu adalah hak dia, dan otomatis untuk para pemain yang berhadapan dengan sutradara semacam ini adalah adanya kesediaan dia untuk menjadi boneka yang mau dibentuk sebagai apapun, terserah si sutradara tersebut (meski dalam kenyataannya sangat sering ditemui kesulitan ketika para pemain ini harus menjadi seperti yang ada di otak si sutradara)
namun asalkan ada komunikasi yang baik antara si sutradara dan pemainnya, adanya kesadaran peran antara sutradara dan pemainnya dan adanya kesadaran si sutradara bahwa si pemain itu juga pastinya mempunyai kekurangan, semuanya bisa di atasi kok.
2. Sutradara yang membebaskan para pemainnya untuk memvisualisasikan imajinasi si pemain, asalkan tidak bertentangan dengan isi konsep yang ada di otak sutradara.
dalam hal ini, sutradara memberi kesempatan kepada para pemainnya untuk 'mencari' sendiri jati diri peran mereka masing2 sesuai dengan apa yang mereka imajinasikan namun tetap dalam pantauan sang sutradara. ketika si sutradara melihat bahwa si pemain telah menemukan 'jiwa' yang akan diperankan, di sinilah sutradara memintanya untuk menyimpan 'jiwa' yang telah ditemukan tersebut untuk kemudian digali lebih dalam.
kelemahan dari jenis sutradara ini adalah adanya pandangan adanya kekurang tegasan pada sang sutradara. ada kesan bahwa sang sutradara ini melimpahkan tugas 'menciptakan' karya kepada para pemainnya untuk kemudian tugas dia hanya memilih mana yang pantas dilakukan mana yang tidak.
demikian pendapat saya/aku/kulo/gw, dan alangkah lengkapnyalah bila anda bisa menggabungkan kedua jenis sutradara tersebut, mempunyai ketegasan dalam menyutradarai namun tidak memenjarakan imajinasi dan daya kreasi para pemain.
sekian, terima kasih...
ASSALAMUALIKUM, slm knal smuax, oya,gw tau,blog ni suuaannggatt sederhana,but don't look the book just from the cover, slamt membaca,and jng lpa komenn yaa,, oya,satu lagi,maap agak narsisss,heheheheh...
Kamis, 18 Juni 2009
Rabu, 17 Juni 2009
Resensi Film Ketika Cinta berzikir,eh salahh,Ketika Cinta Bertasbih
Film dibuka dengan kemegahan Mesir, serta kesibukan Azzam yang sibuk saat belanja buat usaha jual tempe dan bakso. Azzam membeli bahan tempe dan baksonya di pasar, sesekali dia memanggul bahan di bahunya dan meletakkanya ketika dia kelelahan, kemudian dipanggilkan taksi dan meluncurlah Azzam ke flat, tentu saja taksi melewati pyramid, megah….! 10-15 menit kemudian terfokus di perayaan KBRI dengan Azzam dan Eliana, Dien Syamsudin juga nongol disini lhooo (walau hanya sebagai cameo, tapi lumayan Pak, nampang!), yang paling berkesan sih saat Azzam membayangkan Eliana memakai jilbab, memang saat itu beberapa detik diperlihatkan Alice Nourin (pemeran Eliana) memekai jilbab, tak lama, mungkin hanya 4 detik.
Adegan demi adegan bergulir seperti isi novelnya, dari Azzam dan Pak Ali berjalan-jalan membicarakan pantai Cleopatra agak terganggu dengan cameo turis yang isng foto-foto dengan pose super narsis, jadi dialog antara Azzam dan Pak Ali agak terganggu, lha gimana, seisi penonton bioskop pada cekikikan smua… Adegan pengejaran bus oleh Azzam, Anna dan Erna juga seru, trus pingsannya Fadhil saat penggeledahan tamu tak diundang buat mencari Wail Kafuri, juga ada… Inilah point-point unek-unekku,,,
* Khoirul Azzam : Kholidi Asadil Alam. Kholidi bagus banget memainkan tokoh Azzam, fisiknya memang sesuai bayanganku sebelumnya, kebapakan, karakter “kakak” dan “imam” sangat melekat. Saat Azzam marah kesannnya gimana gitu, bagus sih, tapi tak apalah.. selebihnya dapet banget lah.
* Ayatul Husna : Meyda Sefira. Aku gak ngerti, kenapa iklan film kok dibebankan pada dia, dari mulai Bank Syariah hingga Motor, heheee.. medoknya okeh, lucu dan lugunya juga okeh, Kemana-mana dia pake motor Mio, iklaaan euy!
* Furqon Andi Hasan : Andi Arsyil Rahman. Terlalu glamour.. glamour banget, spellingnya juga agak kaku, terutama saat mengucap “s”. Saat scene dimana dia divonis kena AIDS kurang dramatis.
* Eliana Pramesti Alam : Alice Sofie Nourin. Dalam bayanganku Eliana itu seperti Luna Maya, tinggi semampai, cantik berambut panjang, sopan, aku pikir Luna Maya juga bisa memerankan sama bagusnya dengan Alice Nourin. Gimana ya? Wajah Alice Nourin terkesan ketus alias tak ramah, hehee.. tak apalah, Alice Nourin bagus kok dengan karakter Eliananya, apalagi saat dia malu2 mengucap “French kiss” ke Azzam, kocak, hehee…
* Anna Althafunnisa: Oki Setiana Dewi. Wah, mbak Okki Setiana Top. Anggun, tak berlebihan, dan pass banget! Senyumnya manis, wajahnya jawa asli, jadi aku rasa pas dengan Anna, cantik-cantiknya orang jawa lah…
* Tiara : Tika Putri. Hmm… Tika Putri cuaaaaanntiiiik banget kalau pake jilbab, caaaantik, hampir saja aku tak mengenalinya. TiPut maennya bagus lah, terutama perhatiannya ke Fadhil saat di rumah sakit menunjukkan kalau dia sangat sayang pada Fadhil.
* Fadhil : Lucky Perdana. Lebih garang dikit knapa, Lucky? Lucky terlalu manis buat tokoh Fadhil, gak taulah
* Hafez : Kekocakan terletak pada tokoh ini, gara-gara sikap dan tingkah laku dia yang mengesankan suka dengan Cut Mala, kuooocaak! Mungkin tanpa ada tokoh Hafez, film KCB bakalan kayak film Dark Knight / Da Vinci Code yang musti serius banget nontonnya. Berkat tokoh Hafez inilah kekocakan dan tertawa terjadi
* Cut Mala : Palmaera Galda Pratiwi. ”Kulkasnya dibawa sekalian saja, Hahahahaa” saat dia mengucap dialog itu, tertawanya sangat lepas tak dibuat-buat. Sampai saat ini, aku masih terbayang-bayang dia, dia menari-nari dalam pikiranku…..
* Wan Aina : Silmi (nama panggilan). Kuliah di UI yang juga seorang putri dari psikolog terkenal Elly Risman. Silmi logat malaysianya kental banget.
* Scene pernikahan Tiara dengan Zulkifli sangat dramatis, Lagi dari Aceh berjudul “Saleum” yang dinyanyikan Fadhil sangat menyentuh, sayang scene tersebut terlalu cepatan, padahal aku mengharapkan lebih. Kan menurutku salah satu kekuatan KCB 1 ada pada kisah cinta Fadhil dan Tiara (seperti yang Kang Abik tuturkan saat seminar yang pernah aku ikuti).
* Scene saat bedah buku Menari Bersama Ombak karya Husnah, Anna begitu menghayati saat dia mendeskripsikan tentang Cinta (yang sebenarnya petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamei Tabriz), kurang lebih demikian : “Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri……. “
* Kan di Indonesia Eliana dikenal sebagai artis sinteron, coba deh perhatikan saat Eliana di layar TV, Pasti slalu adegan Eliana di kejar-kejar di hutan, kayak salah satu adegan Tarzan Cilik, heheee…..
* Film ditutup dengan kedatangan Azzam dan Eliana di bandara, kemudian diserbu wartawan mengkonfirmasi hubungan antara Eliana dan Azzam. Dan saat itu juga terlihat Husna melambaikan tangan ke Azzam, dan Azzampun tersenyum membalas lambaian tangan sang adik, trus bersambung dah….
* Ada cuplikan buat Ketika Cinta Bertasbih 2 kok… saat Azzam bertemu dengan sang Ibu… saat Azzam dipertemukan dengan Anna di rumahnya (Anna saat itu menyerahkan undangan pernikahan di kelaurga Azzam)… saat pernikahan Anna dan Furqan seraya Azzam berkata pada Anna, “Anna nitip Furqan yah? Dia sahabatku” …. saat Malam pertama Anna dan Furqan… dan saat Anna mau kabur dari rumah tapi ditegur bapaknya…. Hmmm….
* Adegan dalam novel yang dihilangkan : Secara keseluruhan film ini hampir sesuai dengan novel, ada beberapa adegan yang dihilangkan, seperti awal dalam novel saat Azzam, Eliana dan pak Ali dalam taksi yang mau berbelanja, padahal adegan itu aku rasa kalau dalam novel juga menggambarkan keindahan kota mesir… Sara Sa’duddin Zilzaf tak ikut pulang bersama satu pesawat dgn Azzam, hanya diceritakan Azzam pulan dengan Eliana. Sara Sa’duddin Zilzaf hanya muncul 2 scene saat menelpon Furqan… Tak ada mimpi Azzam yang bermimpi dia di Indonesia dan di rumahnya sudah ada gadis2 yang ada dalam novel, termasuk Anna Althafunnisa yang konon bercadar…
* Tak ada adegan sentuhan lawan jenis, apalagi peluk dan cium, tak ada sama sekali.. top dah! bener2 menggambarkan apa yang ada dalam novel…
Adegan demi adegan bergulir seperti isi novelnya, dari Azzam dan Pak Ali berjalan-jalan membicarakan pantai Cleopatra agak terganggu dengan cameo turis yang isng foto-foto dengan pose super narsis, jadi dialog antara Azzam dan Pak Ali agak terganggu, lha gimana, seisi penonton bioskop pada cekikikan smua… Adegan pengejaran bus oleh Azzam, Anna dan Erna juga seru, trus pingsannya Fadhil saat penggeledahan tamu tak diundang buat mencari Wail Kafuri, juga ada… Inilah point-point unek-unekku,,,
* Khoirul Azzam : Kholidi Asadil Alam. Kholidi bagus banget memainkan tokoh Azzam, fisiknya memang sesuai bayanganku sebelumnya, kebapakan, karakter “kakak” dan “imam” sangat melekat. Saat Azzam marah kesannnya gimana gitu, bagus sih, tapi tak apalah.. selebihnya dapet banget lah.
* Ayatul Husna : Meyda Sefira. Aku gak ngerti, kenapa iklan film kok dibebankan pada dia, dari mulai Bank Syariah hingga Motor, heheee.. medoknya okeh, lucu dan lugunya juga okeh, Kemana-mana dia pake motor Mio, iklaaan euy!
* Furqon Andi Hasan : Andi Arsyil Rahman. Terlalu glamour.. glamour banget, spellingnya juga agak kaku, terutama saat mengucap “s”. Saat scene dimana dia divonis kena AIDS kurang dramatis.
* Eliana Pramesti Alam : Alice Sofie Nourin. Dalam bayanganku Eliana itu seperti Luna Maya, tinggi semampai, cantik berambut panjang, sopan, aku pikir Luna Maya juga bisa memerankan sama bagusnya dengan Alice Nourin. Gimana ya? Wajah Alice Nourin terkesan ketus alias tak ramah, hehee.. tak apalah, Alice Nourin bagus kok dengan karakter Eliananya, apalagi saat dia malu2 mengucap “French kiss” ke Azzam, kocak, hehee…
* Anna Althafunnisa: Oki Setiana Dewi. Wah, mbak Okki Setiana Top. Anggun, tak berlebihan, dan pass banget! Senyumnya manis, wajahnya jawa asli, jadi aku rasa pas dengan Anna, cantik-cantiknya orang jawa lah…
* Tiara : Tika Putri. Hmm… Tika Putri cuaaaaanntiiiik banget kalau pake jilbab, caaaantik, hampir saja aku tak mengenalinya. TiPut maennya bagus lah, terutama perhatiannya ke Fadhil saat di rumah sakit menunjukkan kalau dia sangat sayang pada Fadhil.
* Fadhil : Lucky Perdana. Lebih garang dikit knapa, Lucky? Lucky terlalu manis buat tokoh Fadhil, gak taulah
* Hafez : Kekocakan terletak pada tokoh ini, gara-gara sikap dan tingkah laku dia yang mengesankan suka dengan Cut Mala, kuooocaak! Mungkin tanpa ada tokoh Hafez, film KCB bakalan kayak film Dark Knight / Da Vinci Code yang musti serius banget nontonnya. Berkat tokoh Hafez inilah kekocakan dan tertawa terjadi
* Cut Mala : Palmaera Galda Pratiwi. ”Kulkasnya dibawa sekalian saja, Hahahahaa” saat dia mengucap dialog itu, tertawanya sangat lepas tak dibuat-buat. Sampai saat ini, aku masih terbayang-bayang dia, dia menari-nari dalam pikiranku…..
* Wan Aina : Silmi (nama panggilan). Kuliah di UI yang juga seorang putri dari psikolog terkenal Elly Risman. Silmi logat malaysianya kental banget.
* Scene pernikahan Tiara dengan Zulkifli sangat dramatis, Lagi dari Aceh berjudul “Saleum” yang dinyanyikan Fadhil sangat menyentuh, sayang scene tersebut terlalu cepatan, padahal aku mengharapkan lebih. Kan menurutku salah satu kekuatan KCB 1 ada pada kisah cinta Fadhil dan Tiara (seperti yang Kang Abik tuturkan saat seminar yang pernah aku ikuti).
* Scene saat bedah buku Menari Bersama Ombak karya Husnah, Anna begitu menghayati saat dia mendeskripsikan tentang Cinta (yang sebenarnya petikan puisi Rumi dalam Diwan Shamei Tabriz), kurang lebih demikian : “Sekalipun cinta telah kuuraikan dan kujelaskan panjang lebar, Namun jika cinta kudatangi aku jadi malu pada keteranganku sendiri……. “
* Kan di Indonesia Eliana dikenal sebagai artis sinteron, coba deh perhatikan saat Eliana di layar TV, Pasti slalu adegan Eliana di kejar-kejar di hutan, kayak salah satu adegan Tarzan Cilik, heheee…..
* Film ditutup dengan kedatangan Azzam dan Eliana di bandara, kemudian diserbu wartawan mengkonfirmasi hubungan antara Eliana dan Azzam. Dan saat itu juga terlihat Husna melambaikan tangan ke Azzam, dan Azzampun tersenyum membalas lambaian tangan sang adik, trus bersambung dah….
* Ada cuplikan buat Ketika Cinta Bertasbih 2 kok… saat Azzam bertemu dengan sang Ibu… saat Azzam dipertemukan dengan Anna di rumahnya (Anna saat itu menyerahkan undangan pernikahan di kelaurga Azzam)… saat pernikahan Anna dan Furqan seraya Azzam berkata pada Anna, “Anna nitip Furqan yah? Dia sahabatku” …. saat Malam pertama Anna dan Furqan… dan saat Anna mau kabur dari rumah tapi ditegur bapaknya…. Hmmm….
* Adegan dalam novel yang dihilangkan : Secara keseluruhan film ini hampir sesuai dengan novel, ada beberapa adegan yang dihilangkan, seperti awal dalam novel saat Azzam, Eliana dan pak Ali dalam taksi yang mau berbelanja, padahal adegan itu aku rasa kalau dalam novel juga menggambarkan keindahan kota mesir… Sara Sa’duddin Zilzaf tak ikut pulang bersama satu pesawat dgn Azzam, hanya diceritakan Azzam pulan dengan Eliana. Sara Sa’duddin Zilzaf hanya muncul 2 scene saat menelpon Furqan… Tak ada mimpi Azzam yang bermimpi dia di Indonesia dan di rumahnya sudah ada gadis2 yang ada dalam novel, termasuk Anna Althafunnisa yang konon bercadar…
* Tak ada adegan sentuhan lawan jenis, apalagi peluk dan cium, tak ada sama sekali.. top dah! bener2 menggambarkan apa yang ada dalam novel…
TAU GA SIHHHH????
KAMERAA, ROLINGGG, AND ACTIONN
CUT, CUT!!!!!
MANA EKSPRESINYAA,,????
ULANG LAGI,ULANG LAGI!
READYY,ACTION,,,
Apa yg terlintas dipikiran lo/km/ente smua??
yupssss,,
kata-kata itu,paling sering kita denger klau org lg buat film,,,
Ngemeng-ngemeng soal film,tau ga arti film tu pa???
PE PE PE PE PEMIR PEMIRSA,,,,,,DARI sumber yg gw/saya/ane/kulo/ulun dapet,film tu gambar-hidup, juga sering disebut movie (semula pelesetan untuk 'berpindah gambar'). Film, secara kolektif, sering disebut 'sinema'. Gambar-hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, dan juga bisnis.
Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi.
Berbagai macam jenis film,salah satuya film dokumenter,,
What is film dokumenter???
mau tau?
mau tau???
ini dia,,,,,,
Kalau ngomong dokumenter maka kita dihadapkan oleh dua hal, yaitu sesuatu yang nyata, factual (ada atau terjadi) dan esensial, bernilai atau memiliki makna.
SO,,FILM DOKUMENTER is film yang mendokumentasikan kenyataan,
Lengkapnya film dokumenter adalah film yang menyajikan suatu kenyataan berdasarkan fakta obyektif yang memiliki nilai essensial dan eksistensial artinya menyangkut kehidupan lingkungan hidup dan situasi nyata.
Ternyata,,,
ada berbagai macam jenis film dokumenter:
Portrait,
Feature
Profile,
Biografi,
Sejarah,
Diary,
Discovery
,
Rekonstruksi,
Instruksional,
Perjalanan,
Nah,tu sedikit yg gw/sy/kulo tau soal film dokumenter,
Akhirul kata,,TUNJUKAN KARYAMU PADA DUNIA,
WSS,,,,,,,
CUT, CUT!!!!!
MANA EKSPRESINYAA,,????
ULANG LAGI,ULANG LAGI!
READYY,ACTION,,,
Apa yg terlintas dipikiran lo/km/ente smua??
yupssss,,
kata-kata itu,paling sering kita denger klau org lg buat film,,,
Ngemeng-ngemeng soal film,tau ga arti film tu pa???
PE PE PE PE PEMIR PEMIRSA,,,,,,DARI sumber yg gw/saya/ane/kulo/ulun dapet,film tu gambar-hidup, juga sering disebut movie (semula pelesetan untuk 'berpindah gambar'). Film, secara kolektif, sering disebut 'sinema'. Gambar-hidup adalah bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, dan juga bisnis.
Film dihasilkan dengan rekaman dari orang dan benda (termasuk fantasi dan figur palsu) dengan kamera, dan/atau oleh animasi.
Berbagai macam jenis film,salah satuya film dokumenter,,
What is film dokumenter???
mau tau?
mau tau???
ini dia,,,,,,
Kalau ngomong dokumenter maka kita dihadapkan oleh dua hal, yaitu sesuatu yang nyata, factual (ada atau terjadi) dan esensial, bernilai atau memiliki makna.
SO,,FILM DOKUMENTER is film yang mendokumentasikan kenyataan,
Lengkapnya film dokumenter adalah film yang menyajikan suatu kenyataan berdasarkan fakta obyektif yang memiliki nilai essensial dan eksistensial artinya menyangkut kehidupan lingkungan hidup dan situasi nyata.
Ternyata,,,
ada berbagai macam jenis film dokumenter:
Portrait,
Feature
Profile,
Biografi,
Sejarah,
Diary,
Discovery
,
Rekonstruksi,
Instruksional,
Perjalanan,
Nah,tu sedikit yg gw/sy/kulo tau soal film dokumenter,
Akhirul kata,,TUNJUKAN KARYAMU PADA DUNIA,
WSS,,,,,,,
Selasa, 16 Juni 2009
CU cu cu cucu cu AP ap ap ap ap
lalallalalalalallala,,,cuap,cuap,,cuap
Menjadi seorang penyiar tu butuh skill khusus,kta guru q,,
menjadi seorang penyiar tu,hrs pnya suara yg bgus,ckep/cantik and orangnya harus pinter,kta temenq,,
Menjadi seorang penyiar tu,hrs bisa nyanyi,kata nyokap q,,
But,klau mnurutq buat jadi seorang penyiar tu yg paling penting butuh yg namax PERCAYA DIRI..
Menurut kmus kehidupan,if you want to succes,you must confidence by your self,
nah,kalau pnya skill yg keren,suara yg bgus,tp ga PD(percaya diri) gmna???
SAMA AJA BOONG KAN,,,,,,
Menjadi seorang penyiar tu butuh skill khusus,kta guru q,,
menjadi seorang penyiar tu,hrs pnya suara yg bgus,ckep/cantik and orangnya harus pinter,kta temenq,,
Menjadi seorang penyiar tu,hrs bisa nyanyi,kata nyokap q,,
But,klau mnurutq buat jadi seorang penyiar tu yg paling penting butuh yg namax PERCAYA DIRI..
Menurut kmus kehidupan,if you want to succes,you must confidence by your self,
nah,kalau pnya skill yg keren,suara yg bgus,tp ga PD(percaya diri) gmna???
SAMA AJA BOONG KAN,,,,,,
BELAKANG LAYAR VIDEO KOMUNITAS
TERNYATA,,,,,,
Roem Topatimasang adalah sang tokoh penting dibalik lahirnya video komunitas. Kisah perjalanannya selama 20 tahun begitu bervariasi dalam menekuni perannya sebagai fasilitator program Pendidikan Kerakyatan (Popular Education) di berbagai Organisasi Non Pemerintah di Indonesia (LSP, P3M, SKEPHI, INFIGHT), dan perorganisasian rakyat di Jawa, Maluku dan Sarawak (Malaysia). Kisah pertamanya ketika terjun kedunia video komunitas adalah untuk proses advokasi kasus Illegal Logging di YAMDENA, Maluku, pada tahun 1986. Pada saat itu, peralatan pendukung pembuatan film masih sulit sekali didapat, namun demikian Roem berhasil merekam testimoni dari para korban dan menggunakannya sebagai alat kampanye yang akhirnya berhasil. Keberhasilannya itu membuat Roem tersadar bahwa gambar yang bergerak (video) memiliki pengaruh yang sangat besar. Sejak saat itu beliau mulai menekuni bidang ini.
Beberapa tips diberikan oleh Roem untuk para first comer dalam pembuatan film adalah penentuan tujuan dan bentuk film yang akan dibuat. Berikut adalah beberapa jenis film yang bisa dijadikan acuan dasar:
Film yang dikerjakan oleh masyarakat, dengan ide mereka sendiri
Pendidikan masyarakat (Educational)
Karakteristik dari film seperti ini adalah durasi film cenderung akan lebih panjang karena menceritakan tentang diri mereka sendiri dan lingkungannya. Oleh karena itu, footage yang diambil kebanyakan akan dipakai semua pada film karena proses pengambilan gambar dan proses edittingnya melibatkan masyarakat itu sendiri.
Dampak yang dirasakan adalah masyarakat bisa belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dikehidupan mereka sehari-hari. Kegiatan yang dirasa sebelumnya cukup ‘biasa’ atau ‘standar’ mendadak bisa menjadi suatu bahan diskusi yang menarik. Diskusi ini biasanya berkembang di permasalahan sosial, budaya, sejarah dan sebagainya.
Jenis film ini dibagi lagi menjadi film mengenai Pengajaran Masyarakat (Instruction) yang bermaksud untuk mengajarkan atau menjelaskan tentang sesuatu, misalnya cara membuat kompos. Selanjutnya adalah film untuk memahami sesuatu disekitar, seperti mengenai kehidupan nelayan dari bangun pagi sampai tidur lagi.
Film kampanye
Film jenis ini disarankan untuk dibuat oleh orang dari luar wilayah itu sendiri, atau setidaknya didampingi oleh orang luar untuk menjaga subjektifitas dan tidak terjebak dalam romantisme atau melebih-lebihkan yang sesungguhnya terjadi.
Untuk pembuatan film, apa yang sebenarnya diperlukan dalam masyarakat:
1. Studio
Diperlukan untuk mendukung bagian program dan berfungsi untuk memilah footage yang akan dijadikan produk utama dan mana yang akan menjadi by products (produk sampingan) .
2. Penanggung jawab
Bertugas untuk merawat kamera dan mengatur proses peminjaman kamera. Penanggung jawab ini boleh berasal dari kampung itu sendiri dan tidak perlu diberi gaji.
3. Proses ‘penyegaran’
Untuk menambah wawasan, maka secara berkala perlu diperlihatkan film-film baru dan bacaan-bacaan baru.
Roem Topatimasang adalah sang tokoh penting dibalik lahirnya video komunitas. Kisah perjalanannya selama 20 tahun begitu bervariasi dalam menekuni perannya sebagai fasilitator program Pendidikan Kerakyatan (Popular Education) di berbagai Organisasi Non Pemerintah di Indonesia (LSP, P3M, SKEPHI, INFIGHT), dan perorganisasian rakyat di Jawa, Maluku dan Sarawak (Malaysia). Kisah pertamanya ketika terjun kedunia video komunitas adalah untuk proses advokasi kasus Illegal Logging di YAMDENA, Maluku, pada tahun 1986. Pada saat itu, peralatan pendukung pembuatan film masih sulit sekali didapat, namun demikian Roem berhasil merekam testimoni dari para korban dan menggunakannya sebagai alat kampanye yang akhirnya berhasil. Keberhasilannya itu membuat Roem tersadar bahwa gambar yang bergerak (video) memiliki pengaruh yang sangat besar. Sejak saat itu beliau mulai menekuni bidang ini.
Beberapa tips diberikan oleh Roem untuk para first comer dalam pembuatan film adalah penentuan tujuan dan bentuk film yang akan dibuat. Berikut adalah beberapa jenis film yang bisa dijadikan acuan dasar:
Film yang dikerjakan oleh masyarakat, dengan ide mereka sendiri
Pendidikan masyarakat (Educational)
Karakteristik dari film seperti ini adalah durasi film cenderung akan lebih panjang karena menceritakan tentang diri mereka sendiri dan lingkungannya. Oleh karena itu, footage yang diambil kebanyakan akan dipakai semua pada film karena proses pengambilan gambar dan proses edittingnya melibatkan masyarakat itu sendiri.
Dampak yang dirasakan adalah masyarakat bisa belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat dikehidupan mereka sehari-hari. Kegiatan yang dirasa sebelumnya cukup ‘biasa’ atau ‘standar’ mendadak bisa menjadi suatu bahan diskusi yang menarik. Diskusi ini biasanya berkembang di permasalahan sosial, budaya, sejarah dan sebagainya.
Jenis film ini dibagi lagi menjadi film mengenai Pengajaran Masyarakat (Instruction) yang bermaksud untuk mengajarkan atau menjelaskan tentang sesuatu, misalnya cara membuat kompos. Selanjutnya adalah film untuk memahami sesuatu disekitar, seperti mengenai kehidupan nelayan dari bangun pagi sampai tidur lagi.
Film kampanye
Film jenis ini disarankan untuk dibuat oleh orang dari luar wilayah itu sendiri, atau setidaknya didampingi oleh orang luar untuk menjaga subjektifitas dan tidak terjebak dalam romantisme atau melebih-lebihkan yang sesungguhnya terjadi.
Untuk pembuatan film, apa yang sebenarnya diperlukan dalam masyarakat:
1. Studio
Diperlukan untuk mendukung bagian program dan berfungsi untuk memilah footage yang akan dijadikan produk utama dan mana yang akan menjadi by products (produk sampingan) .
2. Penanggung jawab
Bertugas untuk merawat kamera dan mengatur proses peminjaman kamera. Penanggung jawab ini boleh berasal dari kampung itu sendiri dan tidak perlu diberi gaji.
3. Proses ‘penyegaran’
Untuk menambah wawasan, maka secara berkala perlu diperlihatkan film-film baru dan bacaan-bacaan baru.
ALL ABOUT TELEVISION
Guyss,klau kta ngomongin audio visual kta bakalan ngomongin tntang televisi,
Betul???
Nah sy/gw/kulo yakin klau klian smua da tau arti dr televisi,,
BUT,kalau arti televisi secara teori,sjarah televisi,perkembangan televisi dll,,
ada yg tau???
SEJARAH TELEVISI,,,,
Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell). Joseph May bersama Willoughby Smith (teknisi dari Telegraph Construction Maintenance Company) melakukan beberapa percobaan yang selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers
Setelah beberapa kurun waktu lamanya kemudian ditemukan sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang didalamnya oleh seorang mahasiswa yang bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)
Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin (1889-1982) dan Philo T. Farnsworth (1906-1971) berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasilnya berjalan baik, maka orang-orang pada waktu itu berangsur-angsur mulai meninggalkan tv mekanik dan menggantinya dengan tv elektronik.
Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff (1891-1971), Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.
TV ELEKTRONIK
Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana.
TV RCA, Tipe TT5 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.
Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya pada masa itu semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam format warna hitam putih.
TV BERWARNA
Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA yang belajar dari pengalaman CBS mulai membangun sistem warna menurut formatnya. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu untuk diterima pada sistem warna dan sistem hitam putih. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.
Berpuluh tahun kemudian hingga awal milenium baru abad 21 ini, orang sudah biasa berbicara lewat telepon selular digital dan mengirim e-mail lewat jaringan komputer dunia, tetapi teknologi televisi pada intinya tetap sama. Tentu saja ada beberapa perkembangan seperti tata suara stereo dan warna yang lebih baik, tetapi tidak ada suatu lompatan besar yang mampu untuk menggoyang persepsi orang tentang televisi. Tetapi semuanya secara perlahan mulai berubah, televisi secara bertahap sudah memasuki era digital.
Dari sumber yg sy dapat,secara teori televisi tu
Sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
• 1876, George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.
• 1884, Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
• 1888, Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
• 1897, Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.
• 1900, Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
• 1907, Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.
• 1927, Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
• 1929, Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.
• 1940, Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
• 1958, Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.
• 1964, Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
• 1967, James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
• 1968, Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
• 1975, Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
• 1979, Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis
televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
• 1981, Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
• 1987, Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
• 1995, Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.
• 2000, Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.
Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau dibandingkan dengan TV CRT atau yang dikenal sebagai tv biasa yang digunakan orang pada umumnya
KLAU YG INI ABOUT STASIUN TELEVISI
Stasiun televisi di Indonesia ada sejak berdirinya TVRI pada 1962 silam . Selama 27 tahun, penduduk Indonesia hanya bisa menyaksikan satu saluran saja. Namun pada tahun 1989, Pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, meski hanya penduduk yang mempunyai antena parabola dan dekoderlah yang dapat menyaksikan RCTI, walaupun pada akhirnya dibuka untuk masyarakat mulai tanggal 21 Maret 1992 di Bandung.
OYA,tryata televisi tu punya dampak/efek yg bakalan buat kita smua tercengang
mau tau,,,,,
Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika Serikat terungkap bahwa televisi ternyata cuma bagus untuk ditonton pada anak-anak dengan rentang usia tertentu. Pada anak di bawah usia tiga tahun (batita), dampak negatif televisi justru lebih terasa. Terbukti tayangan televisi dapat menurunkan kemampuan membaca, membaca komprehensif, bahkan penurunan memori pada anak. Batita yang terlalu sering menonton televisi akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan stimulasi yang baik bagi proses tumbuh kembangnya. Sebab, televisi cuma menyodorkan stimulasi satu arah.
Sebaliknya, dampak positif menonton televisi baru terlihat jelas pada anak usia tiga sampai lima tahun. Sebab, pada usia ini kemampuan membaca mereka bisa menjadi lebih baik dengan pola menonton seperti itu.
Dampak sinar biru,,
Televisi memancarkan sinar biru yang juga dihasilkan oleh matahari. Namun sinar biru ini berbeda dengan sinar ultra violet. Sinar biru tak membuat mata mengedip secara otomatis. Namun parahnya, sinar biru langsung masuk ke retina tanpa filter. Panjang gelombang cahaya yang dihasilkan adalah 400-500nm sehingga berpotensi memicu terbentuknya radikal bebas dan melukai fotokimia pada retina mata anak.
Sepuluh tahun kemudian saat anak sudah dewasa, kerusakan yang ditimbulkan oleh sinar biru terlihat amat jelas. Retina mata tak lagi bening sehat seperti masa kanak-kanak sehingga kemampuan berfungsinya pun menjadi berkurang.
Betul???
Nah sy/gw/kulo yakin klau klian smua da tau arti dr televisi,,
BUT,kalau arti televisi secara teori,sjarah televisi,perkembangan televisi dll,,
ada yg tau???
SEJARAH TELEVISI,,,,
Pada tahun 1873 seorang operator telegram asal Valentia, Irlandia yang bernama Joseph May menemukan bahwa cahaya mempengaruhi resistansi elektris selenium. Ia menyadari itu bisa digunakan untuk mengubah cahaya kedalam arus listrik dengan menggunakan fotosel silenium (selenium photocell). Joseph May bersama Willoughby Smith (teknisi dari Telegraph Construction Maintenance Company) melakukan beberapa percobaan yang selanjutnya dilaporkan pada Journal of The Society of Telegraph Engineers
Setelah beberapa kurun waktu lamanya kemudian ditemukan sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang didalamnya oleh seorang mahasiswa yang bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow (1860-1940) atau lebih dikenal Paul Nipkow di Berlin, Jerman pada tahun 1884 dan disebut sebagai cikal bakal lahirnya televisi. Sekitar tahun 1920 John Logie Baird (1888-1946) dan Charles Francis Jenkins (1867- 1934) menggunakan piringan karya Paul Nipkow untuk menciptakan suatu sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya. Mereka membuat seluruh sistem televisi ini berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya. Pada waktu itu belum ditemukan komponen listrik tabung hampa (Cathode Ray Tube)
Televisi elektronik agak tersendat perkembangannya pada tahun-tahun itu, lebih banyak disebabkan karena televisi mekanik lebih murah dan tahan banting. Bukan itu saja, tetapi juga sangat susah untuk mendapatkan dukungan finansial bagi riset TV elektronik ketika TV mekanik dianggap sudah mampu bekerja dengan sangat baiknya pada masa itu. Sampai akhirnya Vladimir Kosmo Zworykin (1889-1982) dan Philo T. Farnsworth (1906-1971) berhasil dengan TV elektroniknya. Dengan biaya yang murah dan hasilnya berjalan baik, maka orang-orang pada waktu itu berangsur-angsur mulai meninggalkan tv mekanik dan menggantinya dengan tv elektronik.
Vladimir Zworykin, yang merupakan salah satu dari beberapa pakar pada masa itu, mendapat bantuan dari David Sarnoff (1891-1971), Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America). Sarnoff sudah banyak mencurahkan perhatian pada perkembangan TV mekanik, dan meramalkan TV elektronik akan mempunyai masa depan komersial yang lebih baik. Selain itu, Philo Farnsworth juga berhasil mendapatkan sponsor untuk mendukung idenya dan ikut berkompetisi dengan Vladimir.
TV ELEKTRONIK
Baik Farnsworth, maupun Zworykin, bekerja terpisah, dan keduanya berhasil dalam membuat kemajuan bagi TV secara komersial dengan biaya yang sangat terjangkau. Di tahun 1935, keduanya mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik. Kompetitor utama mereka adalah Baird Television, yang sudah terlebih dahulu melakukan siaran sejak 1928, dengan menggunakan sistem mekanik seluruhnya. Pada saat itu sangat sedikit orang yang mempunyai televisi, dan yang mereka punyai umumnya berkualitas seadanya. Pada masa itu ukuran layar TV hanya sekitar tiga sampai delapan inchi saja sehingga persaingan mekanik dan elektronik tidak begitu nyata, tetapi kompetisi itu ada disana.
TV RCA, Tipe TT5 1939, RCA dan Zworykin siap untuk program reguler televisinya, dan mereka mendemonstrasikan secara besar-besaran pada World Fair di New York. Antusias masyarakat yang begitu besar terhadap sistem elektronik ini, menyebabkan the National Television Standards Committee [NTSC], 1941, memutuskan sudah saatnya untuk menstandarisasikan sistem transmisi siaran televisi di Amerika. Lima bulan kemudian, seluruh stasiun televisi Amerika yang berjumlah 22 buah itu, sudah mengkonversikan sistemnya kedalam standard elektronik baru.
Pada tahun-tahun pertama, ketika sedang resesi ekonomi dunia, harga satu set televisi sangat mahal. Ketika harganya mulai turun, Amerika terlibat perang dunia ke dua. Setelah perang usai, televisi masuk dalam era emasnya. Sayangnya pada masa itu semua orang hanya dapat menyaksikannya dalam format warna hitam putih.
TV BERWARNA
Sebenarnya CBS sudah lebih dahulu membangun sistem warnanya beberapa tahun sebelum rivalnya, RCA. Tetapi sistem mereka tidak kompatibel dengan kebanyakan TV hitam putih diseluruh negara. CBS yang sudah mengeluarkan banyak sekali biaya untuk sistem warna mereka harus menyadari kenyataan bahwa pekerjaan mereka berakhir sia-sia. RCA yang belajar dari pengalaman CBS mulai membangun sistem warna menurut formatnya. Mereka dengan cepat membangun sistem warna yang mampu untuk diterima pada sistem warna dan sistem hitam putih. Setelah RCA memamerkan kemampuan sistem mereka, NTSC membakukannya untuk siaran komersial thn 1953.
Berpuluh tahun kemudian hingga awal milenium baru abad 21 ini, orang sudah biasa berbicara lewat telepon selular digital dan mengirim e-mail lewat jaringan komputer dunia, tetapi teknologi televisi pada intinya tetap sama. Tentu saja ada beberapa perkembangan seperti tata suara stereo dan warna yang lebih baik, tetapi tidak ada suatu lompatan besar yang mampu untuk menggoyang persepsi orang tentang televisi. Tetapi semuanya secara perlahan mulai berubah, televisi secara bertahap sudah memasuki era digital.
Dari sumber yg sy dapat,secara teori televisi tu
Sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia 'televisi' secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.
Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.
• 1876, George Carey menciptakan selenium camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai sinar katoda.
• 1884, Paul Nipkov, Ilmuwan Jerman, berhasil mengirim gambar elektronik menggunakan kepingan logam yang disebut teleskop elektrik dengan resolusi 18 garis.
• 1888, Freidrich Reinitzeer, ahli botani Austria, menemukan cairan kristal (liquid crystals), yang kelak menjadi bahan baku pembuatan LCD. Namun LCD baru dikembangkan sebagai layar 60 tahun kemudian.
• 1897, Tabung Sinar Katoda (CRT) pertama diciptakan ilmuwan Jerman, Karl Ferdinand Braun. Ia membuat CRT dengan layar berpendar bila terkena sinar. Inilah yang menjadi dassar televisi layar tabung.
• 1900, Istilah Televisi pertama kali dikemukakan Constatin Perskyl dari Rusia pada acara International Congress of Electricity yang pertama dalam Pameran Teknologi Dunia di Paris.
• 1907, Campbell Swinton dan Boris Rosing dalam percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim gambar.
• 1927, Philo T Farnsworth ilmuwan asal Utah, Amerika Serikat mengembangkan televisi modern pertama saat berusia 21 tahun. Gagasannya tentang image dissector tube menjadi dasar kerja televisi.
• 1929, Vladimir Zworykin dari Rusia menyempurnakan tabung katoda yang dinamakan kinescope. Temuannya mengembangkan teknologi yang dimiliki CRT.
• 1940, Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi mencapai 343 garis.
• 1958, Sebuah karya tulis ilmiah pertama tentang LCD sebagai tampilan dikemukakan Dr. Glenn Brown.
• 1964, Prototipe sel tunggal display Televisi Plasma pertamakali diciptakan Donald Bitzer dan Gene Slottow. Langkah ini dilanjutkan Larry Weber.
• 1967, James Fergason menemukan teknik twisted nematic, layar LCD yang lebih praktis.
• 1968, Layar LCD pertama kali diperkenalkan lembaga RCA yang dipimpin George Heilmeier.
• 1975, Larry Weber dari Universitas Illionis mulai merancang layar plasma berwarna.
• 1979, Para Ilmuwan dari perusahaan Kodak berhasil menciptakan tampilan jenis baru organic light emitting diode (OLED). Sejak itu, mereka terus mengembangkan jenis
televisi OLED. Sementara itu, Walter Spear dan Peter Le Comber membuat display warna LCD dari bahan thin film transfer yang ringan.
• 1981, Stasiun televisi Jepang, NHK, mendemonstrasikan teknologi HDTV dengan resolusi mencapai 1.125 garis.
• 1987, Kodak mematenkan temuan OLED sebagai peralatan display pertama kali.
• 1995, Setelah puluhan tahun melakukan penelitian, akhirnya proyek layar plasma Larry Weber selesai. Ia berhasil menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang. Larry Weber kemudian megadakan riset dengan investasi senilai 26 juta dolar Amerika Serikat dari perusahaan Matsushita.
• 2000, Masing masing jenis teknologi layar semakin disempurnakan. Baik LCD, Plasma maupun CRT terus mengeluarkan produk terakhir yang lebih sempurna dari sebelumnya.
Memang benar banyak sebagian orang mengatakan kalau gambar yang dihasilkan TV LCD dan Plasma memiliki resolusi yang lebih tinggi. Tetapi kekurangannya adalah masa atau umur TV tersebut tidak dapat berumur panjang jika kita memakainya terus-menerus jika kalau dibandingkan dengan TV CRT atau yang dikenal sebagai tv biasa yang digunakan orang pada umumnya
KLAU YG INI ABOUT STASIUN TELEVISI
Stasiun televisi di Indonesia ada sejak berdirinya TVRI pada 1962 silam . Selama 27 tahun, penduduk Indonesia hanya bisa menyaksikan satu saluran saja. Namun pada tahun 1989, Pemerintah akhirnya mengizinkan RCTI sebagai stasiun televisi swasta pertama di Indonesia, meski hanya penduduk yang mempunyai antena parabola dan dekoderlah yang dapat menyaksikan RCTI, walaupun pada akhirnya dibuka untuk masyarakat mulai tanggal 21 Maret 1992 di Bandung.
OYA,tryata televisi tu punya dampak/efek yg bakalan buat kita smua tercengang
mau tau,,,,,
Menurut penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Amerika Serikat terungkap bahwa televisi ternyata cuma bagus untuk ditonton pada anak-anak dengan rentang usia tertentu. Pada anak di bawah usia tiga tahun (batita), dampak negatif televisi justru lebih terasa. Terbukti tayangan televisi dapat menurunkan kemampuan membaca, membaca komprehensif, bahkan penurunan memori pada anak. Batita yang terlalu sering menonton televisi akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan stimulasi yang baik bagi proses tumbuh kembangnya. Sebab, televisi cuma menyodorkan stimulasi satu arah.
Sebaliknya, dampak positif menonton televisi baru terlihat jelas pada anak usia tiga sampai lima tahun. Sebab, pada usia ini kemampuan membaca mereka bisa menjadi lebih baik dengan pola menonton seperti itu.
Dampak sinar biru,,
Televisi memancarkan sinar biru yang juga dihasilkan oleh matahari. Namun sinar biru ini berbeda dengan sinar ultra violet. Sinar biru tak membuat mata mengedip secara otomatis. Namun parahnya, sinar biru langsung masuk ke retina tanpa filter. Panjang gelombang cahaya yang dihasilkan adalah 400-500nm sehingga berpotensi memicu terbentuknya radikal bebas dan melukai fotokimia pada retina mata anak.
Sepuluh tahun kemudian saat anak sudah dewasa, kerusakan yang ditimbulkan oleh sinar biru terlihat amat jelas. Retina mata tak lagi bening sehat seperti masa kanak-kanak sehingga kemampuan berfungsinya pun menjadi berkurang.
Minggu, 07 Juni 2009
TIPS NGILANGIN NGANTUKKK
Guys,ente smua pasti knal and pernah merasakan rasa kantuk yang tak tertahankan, tak terkecuali saya sendiri. Rasa kantuk biasanya terjadi karena capek setelah seharian bekerja,sekolah atau kuliah, dan tubuh mengajak kita beristirahat. Selain itu makanan yang kita konsumsi juga memberikan kontribusi kepada rasa kantuk. Meskipun tidak sangat kenyang, tetap saja kita memerintahkan lambung untuk bekerja, apalagi jika kekenyangan. Dan yang tidak eksak, yaitu godaan syetan. Lebih susah dideteksi, tetapi bisanya akan menanamkan rasa malas. Dan rasa malas akan membawa kita pada suasana ngantuk.
Jika gw/ane/kulo/saya cermati, ternyata kantuk itu mempunyai sebuah pola. Pertama, jika mengantuk dan kita menyerah, maka kita akan cepat untuk tidur. Kedua, rasa mengatuk itu seperti parabola terbalik, jika kita sanggup bertahan sampai pada titik puncaknya, maka rasa mengantuk itu akan semakin hilang. Ketiga, rasa mengantuk itu bisa terputus jika ada sesuatu yang membuat seseorang surprise, sangat senang, marah, mendengar sesuatu yang membuat kita tertawa terbahak-bahak dan terkejut. Beberapa perlakuan fisik juga bisa memutus rasa kantuk.
MAKA DARI ITU,,,,
Untuk menghilangkan rasa kantuk, sedangkan belum pengen tidur, maka biasanya saya melakukan beberapa tips berikut :
1....Memberikan perlakuan fisik kepada tubuh. Cara ini cukup aman bagi kesehatan, dan tidak mengandung efek samping, misalnya menggerak-kepala, tangan, tubuh, atau memijat-mijat leher telapak kaki dan telapak tangan. Dengan melakukan cara ini diharapkan akan memperlancar peredaran darah, sehingga mengurangi rasa kantuk.
2....Membasuh muka dan tengkuk dengan disertai menekan-nekan wajah. Cara ini akan menimbulkan rasa segar pada tubuh, sehingga menghilangkan rasa kantuk.
3....Mengkonsumsi makanan yang mengandung nikotin atau kafein (doping). Saya tidak begitu menyarankannya, terutama menghilangkan kantuk dengan merokok(nikotin). Memang cara ini banyak dilakukan oleh para sopir agar tidak mengantuk. Dan kalau anda/lo cermati, orang-orang yang senang begadang rata-rata adalah perokok. Tetapi menurut peringatan pemerintah, merokok dapat mengganggu kesehatan, jantung, kehamilan, dan janin. Juga dalam agama, merokok sangat tidak dianjurkan. Sebagian mengatakan makruh, dan sebagian lainnya mengatakan haram.
Pada dasarnya cara menghilangkan kantuk dengan doping tidaklah bagus, karena pada dasarnya tubuh dipaksa untuk terus bekerja meskipun sudah lelah. Dan efeknya besuknya badan kita akan lebih capek.
Begitulah beberapa cara mengatasi kantuk yang saya ketahui. Silahkan menambahkan tips lainnya. Siapa tahu lebih manjur, terutama bagi orang yang tidurnya sebelum jam 9 malam dan bangunnya setelah jam 5 pagi :D
Udah ah ngantuk !,
Jika gw/ane/kulo/saya cermati, ternyata kantuk itu mempunyai sebuah pola. Pertama, jika mengantuk dan kita menyerah, maka kita akan cepat untuk tidur. Kedua, rasa mengatuk itu seperti parabola terbalik, jika kita sanggup bertahan sampai pada titik puncaknya, maka rasa mengantuk itu akan semakin hilang. Ketiga, rasa mengantuk itu bisa terputus jika ada sesuatu yang membuat seseorang surprise, sangat senang, marah, mendengar sesuatu yang membuat kita tertawa terbahak-bahak dan terkejut. Beberapa perlakuan fisik juga bisa memutus rasa kantuk.
MAKA DARI ITU,,,,
Untuk menghilangkan rasa kantuk, sedangkan belum pengen tidur, maka biasanya saya melakukan beberapa tips berikut :
1....Memberikan perlakuan fisik kepada tubuh. Cara ini cukup aman bagi kesehatan, dan tidak mengandung efek samping, misalnya menggerak-kepala, tangan, tubuh, atau memijat-mijat leher telapak kaki dan telapak tangan. Dengan melakukan cara ini diharapkan akan memperlancar peredaran darah, sehingga mengurangi rasa kantuk.
2....Membasuh muka dan tengkuk dengan disertai menekan-nekan wajah. Cara ini akan menimbulkan rasa segar pada tubuh, sehingga menghilangkan rasa kantuk.
3....Mengkonsumsi makanan yang mengandung nikotin atau kafein (doping). Saya tidak begitu menyarankannya, terutama menghilangkan kantuk dengan merokok(nikotin). Memang cara ini banyak dilakukan oleh para sopir agar tidak mengantuk. Dan kalau anda/lo cermati, orang-orang yang senang begadang rata-rata adalah perokok. Tetapi menurut peringatan pemerintah, merokok dapat mengganggu kesehatan, jantung, kehamilan, dan janin. Juga dalam agama, merokok sangat tidak dianjurkan. Sebagian mengatakan makruh, dan sebagian lainnya mengatakan haram.
Pada dasarnya cara menghilangkan kantuk dengan doping tidaklah bagus, karena pada dasarnya tubuh dipaksa untuk terus bekerja meskipun sudah lelah. Dan efeknya besuknya badan kita akan lebih capek.
Begitulah beberapa cara mengatasi kantuk yang saya ketahui. Silahkan menambahkan tips lainnya. Siapa tahu lebih manjur, terutama bagi orang yang tidurnya sebelum jam 9 malam dan bangunnya setelah jam 5 pagi :D
Udah ah ngantuk !,
Langganan:
Postingan (Atom)